Selasa, 31 Maret 2015

Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran yang Efektif ?

image

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan setelah tahap perencanaan pembelajaran. Tahap perencanaan yang dimaksud adalah penyususnan RPP serta penyiapan alat/media pembelajaran yang dbutuhkan. Tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi:

a. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

  1. mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
  2. mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;
  3. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
  4. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan
  5. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

b. Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.

c. Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup terdiri atas:

  1. Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu: (a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran; (b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan (c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan
  2. Kegiatan guru yaitu: (a) melakukan penilaian; (b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk

Tips agar Semua Siswa Aktif Berdiskusi

Metode pembelajaran diskusi seringkali dipilih oleh guru terutama untuk materi yang terkait dengan kasus yang sedang hangat di bicarakan atau isu yang menimbulkan pro kontra. Misalnya pada pelajaran IPA, bahasan mengenai kelainan dan penyakit pada berbagai system tubuh akan sangat menarik jika dilakukan dengan metode diskusi. Contoh materi lainnya yang cocok menggunakan metode diskusi adalah materi yang terkait dengan kerusakan alam.
Metode diskusi disamping dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran, juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan ide, belajar berkomunikasi, melatih percaya diri serta menghargai dan menerima pendapat orang lain. Namun tak jarang diskusi tidak berjalan optimal ketika tidak semua siswa aktif dalam diskusi. Yang biasanya terjadi adalah siswa yang PD semakin PD dan yang pendiam hanya pasrah saja dan menjadi pendengar yang baik, atau bahkan ada siswa yang sibuk dan asik ngobrol sendiri.
Berikut ini cara untuk mensiasatinya, berdasarkan pengalaman yang saya lakukan:
1.      Siapkan gambar yang menarik terkait tema yang akan dibahas. Misalnya kalau temanya kelainan dan penyakit maka pilihlah gambar organ tubuh yang rusak. Kalau temanya tentang lingkungan pilihlah gambar bencana alam, pencemaran, pembantaian binatang yang dilindungi dll. Gambar sebaiknya disiapkan oleh guru. Banyaknya gambar yang disiapkan disesuaikan dengan banyaknya jumlah kelompok yang ada di kelas. Jika jumlah siswa di kelas ada 30 orang maka bisa dibagi menjadi  6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang.
2.      Siapkan kertas buram berukuran besar, gunting, kertas warna warni, spidol warna, lem, dan gunting. Alat dan bahan tersebut bisa disediakan oleh guru, atau oleh siswa dengan memberi informasi pada pertemuan sebelumnya.
3.      Pada kegiatan awal pembelajaran, guru memperlihatkan gambar untuk menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa. Lalu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu bahwa setiap anggota kelompok harus memberi komentar pada gambar yang nantinya akan ditempel di tengah-tengah kertas buram. Komentar dapat ditulis di kertas warna warni untuk kemudian ditempel, atau langsung pada kertas buram.  Disini guru harus memberi instruksi dan aturan yang jelas termasuk kategori penilaiannya. misalnya: setiap orang wajib menulis komentar, penilaian dilihat dari segi keaktifan dan variasi komentar dan tulisan. Harus ada penekanan disini bahwa keindahan tulisan tidak menjadi kriteria utama dalam penilaian. Ini untuk menghindari siswa yang jelek tulisannya menjadi minder dan tidak mau mengemukakan pendapatnya. Kemudian harus ditekankan bahwa komentar itu tidak ada benar dan salah, karena yang salah adalah yang tidak berkomentar.
4.      Pada kegiatan inti siswa mulai menuangkan idenya pada kertas. Biasanya siswa bersemangat untuk menuangkan idenya. Pada kegiatan ini macam-macam tipe kecerdasan anak bisa terlihat. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal akan giat membantu temannya, yang memiliki kecerdasan visual dan auditori akan sibuk menuangkan ide begitu langkah kerja selesai dijelaskan oleh guru. Dan anak yang cerdas kinestetiknya akan bergerak dan semangat sekali menyiapkan pernak-pernik peralatan seperti gunting, lem, kertas, bahkan biasanya sibuk meminjam dari kelompok lain. Disini proses diskusi dan kerjasama pasti akan terjadi. Ide-ide yang tidak terduga biasanya akan kita lihat dari hasil karya siswa. Terkadang kita tidak menyangka sebelumnya. Ada yang mengomentari dari segi pengetahuan ilmiah, dari segi social, ekonomi bahkan politik. Tak jarang ada komentar kritik pedas terhadap pemerintah.

5.      Pada kegiatan akhir setiap kelompok memperesentasikan dengan singkat tentang karyanya. Produk ini bisa dipajang di kelas, dan anak akan bangga ketika karyanya dipajang. 

Berikut contoh  foto produk siswa. Walau terkesan dadakan, tapi idenya yang tertuang di dalamnya cukup bagus.
Gambar di atas ini berbeda dengan majalah dinding. Majalah dinding biayanya mahal, proses membuatnya lama, dan biasanya  tidak semua siswa terlibat dalam pembuatannya. Majalah dinding mementingkan unsur keindahan. Gambar di atas lebih menilai ide dan komentar dari siswa.

Penulis : Rini Budiarti

Senin, 30 Maret 2015

Fungsi Statistik dalam Excel

image

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai fungsi atau rumus dalam pengolahan data dengan Microsoft Excel. Program keluaran Microsoft ini kini mampu menyajikan berbagai fungsi atau rumus dalam pengolahan data. Berbagai fungsi atau rumus yang dirilis dalam website Microsoft antara lain:

 

Fungsi AVEDEV

Mengembalikan nilai rata-rata simpangan absolut atas poin data dari nilai rata-ratanya

Fungsi AVERAGE

Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya

Fungsi AVERAGEA

Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya, termasuk angka, teks dan nilai logika

Fungsi AVERAGEIF

Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel dalam rentang yang memenuhi kriteria

Fungsi AVERAGEIFS

Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel yang memenuhi beberapa kriteria

Fungsi BETA.DIST

Mengembalikan fungsi distribusi kumulatif beta

Fungsi BETA.INV

Mengembalikan nilai inversi dari fungsi distribusi kumulatif untuk distribusi beta yang ditentukan

Fungsi BINOM.DIST

Mengembalikan probabilitas distribusi binomial individual

Fungsi BINOM.DIST.RANGE

Mengembalikan probabilitas hasil percobaan menggunakan distribusi binomial

Fungsi BINOM.INV

Mengembalikan nilai terkecil di mana distribusi binomial kumulatifnya lebih kecil atau sama dengan nilai kriteria

Fungsi CHISQ.DIST

Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif

Fungsi CHISQ.DIST.RT

Mengembalikan probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat

Fungsi CHISQ.INV

Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif

Fungsi CHISQ.INV.RT

Mengembalikan nilai inversi probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat

Fungsi CHISQ.TEST

Mengembalikan nilai uji untuk independensi

Fungsi CONFIDENCE.NORM

Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk rata-rata populasi

Fungsi CONFIDENCE.T

Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk nilai rata-rata populasi, menggunakan distribusi t Student

Fungsi CORREL

Mengembalikan koefisien korelasi di antara dua rangkaian data

Fungsi COUNT

Menghitung jumlah angka dalam daftar argumen

Fungsi COUNTA

Menghitung jumlah nilai dalam daftar argumen

Fungsi COUNTBLANK

Menghitung jumlah sel kosong di dalam rentang

Fungsi COUNTIF

Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi kriteria

Fungsi COUNTIFS

Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi beberapa kriteria

Fungsi COVARIANCE.P

Mengembalikan kovarians, rata-rata produk simpangan berpasangan

Fungsi COVARIANCE.S

Mengembalikan sampel kovarians, rata-rata simpangan produk dari setiap pasang poin data dalam dua rangkaian data

Fungsi DEVSQ

Mengembalikan jumlah kuadrat simpangan

Fungsi EXPON.DIST

Mengembalikan distribusi eksponensial

Fungsi F.DIST

Mengembalikan distribusi probabilitas F

Fungsi F.DIST.RT

Mengembalikan distribusi probabilitas F

Fungsi F.INV

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F

Fungsi F.INV.RT

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F

Fungsi F.TEST

Memperoleh hasil uji-F

Fungsi FISHER

Mengembalikan nilai transformasi Fisher

Fungsi FISHERINV

Mengembalikan nilai inversi transformasi Fisher

Fungsi FORECAST

Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear

Fungsi FREQUENCY

Mengembalikan nilai distribusi frekuensi sebagai array vertikal

Fungsi GAMMA

Mengembalikan nilai fungsi gamma

Fungsi GAMMA.DIST

Mengembalikan distribusi gamma

Fungsi GAMMA.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif gamma

Fungsi GAMMALN

Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)

Fungsi GAMMALN.PRECISE

Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)

Fungsi GAUSS

Mengembalikan nilai 0,5 lebih kecil daripada distribusi kumulatif normal standar

Fungsi GEOMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata geometrik

Fungsi GROWTH

Mengembalikan nilai di sepanjang tren eksponensial

Fungsi HARMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata harmonik

Fungsi HYPGEOM.DIST

Mengembalikan distribusi hipergeometrik

Fungsi INTERCEPT

Mengembalikan titik potong dari garis regresi linear

Fungsi KURT

Mengembalikan nilai kurtosis dari rangkaian data

Fungsi LARGE

Mengembalikan nilai k-th yang paling besar dalam rangkaian data

Fungsi LINEST

Mengembalikan parameter dari tren linear

Fungsi LOGEST

Mengembalikan parameter dari tren eksponensial

Fungsi LOGNORM.DIST

Mengembalikan distribusi lognormal kumulatif

Fungsi LOGNORM.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif lognormal

Fungsi MAX

Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen

Fungsi MAXA

Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi MEDIAN

Mengembalikan nilai median dari bilangan

Fungsi MIN

Mengembalikan nilai minimum dalam daftar argumen

Fungsi MINA

Mengembalikan nilai terkecil dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi MODE.MULT

Mengembalikan array vertikal dari nilai yang paling sering muncul, atau nilai berulang dalam array atau rentang data

Fungsi MODE.SNGL

Mengembalikan nilai paling umum dalam satu unit data

Fungsi NEGBINOM.DIST

Mengembalikan distribusi binomial negatif

Fungsi NORM.DIST

Mengembalikan distribusi kumulatif normal

Fungsi NORM.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal

Fungsi NORM.S.DIST

Mengembalikan distribusi kumulatif normal standar

Fungsi NORM.S.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal standar

Fungsi PEARSON

Mengembalikan koefisien korelasi momen produk Pearson

Fungsi PERCENTILE.EXC

Mengembalikan nilai persentil ke-k dalam sebuah rentang, di mana k berada dalam rentang 0..1, tidak termasuk 0 dan 1.

Fungsi PERCENTILE.INC

Mengembalikan persentil k-th nilai dalam satu rentang

Fungsi PERCENTRANK.EXC

Mengembalikan peringkat nilai dalam rangkaian data sebagai persentase (0..1, tidak termasuk 0 dan 1) dari rangkaian data

Fungsi PERCENTRANK.INC

Mengembalikan peringkat persentase nilai dalam satu set data

Fungsi PERMUT

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek

Fungsi PERMUTATIONA

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek (dengan perulangan) yang bisa dipilih dari objek total

Fungsi PHI

Mengembalikan nilai fungsi kepadatan untuk distribusi normal standar

Fungsi POISSON.DIST

Mengembalikan distribusi Poisson

Fungsi PROB

Mengembalikan probabilitas yang nilainya di antara dua batas

Fungsi QUARTILE.EXC

Mengembalikan kuartil dari rangkaian data, berdasarkan nilai persentil dari 0..1, tidak termasuk 0 dan 1

Fungsi QUARTILE.INC

Mengembalikan nilai kuartil dari rangkaian data

Fungsi RANK.AVG

Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan

Fungsi RANK.EQ

Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan

Fungsi RSQ

Mengembalikan kuadrat dari koefisien korelasi momen produk Pearson

Fungsi SKEW

Mengembalikan nilai kecondongan distribusi

Fungsi SKEW.P

Mengembalikan nilai kecondongan distribusi didasarkan pada populasi: karakterisasi dari derajat asimetris dari distribusi di sekitar nilai rata-ratanya

Fungsi SLOPE

Mengembalikan kemiringan dari garis regresi linear

Fungsi SMALL

Mengembalikan nilai k-th yang paling kecil dalam rangkaian data

Fungsi STANDARDIZE

Mengembalikan nilai yang dinormalkan

Fungsi STDEV.P

Menghitung simpangan baku berdasarkan populasi keseluruhan

Fungsi STDEV.S

Memperkirakan simpangan baku berdasarkan satu sampel

Fungsi STDEVA

Memperkirakan nilai deviasi standar berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi STDEVPA

Menghitung nilai deviasi standar berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi STEYX

Mengembalikan standar kesalahan dari nilai perkiraan y untuk setiap nilai x dalam regresi

Fungsi T.DIST

Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student

Fungsi T.DIST.2T

Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student

Fungsi T.DIST.RT

Mengembalikan distribusi-t Student

Fungsi T.INV

Mengembalikan nilai t dari distribusi t Student sebagai fungsi probabilitas dan derajat kebebasan

Fungsi T.INV.2T

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi t Student

Fungsi T.TEST

Mengembalikan probabilitas terkait uji-t Student

Fungsi TREND

Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear

Fungsi TRIMMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata bagian dalam dari rangkaian data

Fungsi VAR.P

Menghitung varians berdasarkan populasi keseluruhan

Fungsi VAR.S

Memperkirakan nilai varians berdasarkan satu sampel

Fungsi VARA

Memperkirakan nilai varians berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi VARPA

Menghitung nilai varians berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi WEIBULL.DIST

Mengembalikan distribusi Weilbull

Fungsi Z.TEST

Mengembalikan nilai probabilitas satu-ujung uji-z

 

Sumber : MIcrosoft Office

Cara Menampilkan Grafik Plots pada SPSS

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai cara menampilkan Plot pada SPSS. Grafik Plot berfungsi menampilkan distribusi datasecara lebih jelas, sehingga akan memberikan gambaran bagaimana persebaran data serat apakah ada interaksi antar variabel.

Sebagai contoh kita akan menggunakan ANOVA dua faktor untuk mengetahui pengaruh dua perlakuan, yaitu metode pembelajaran dan waktu belajar terhadap nilai siswa. Setelah dilakukan pendefinisian variabel dan pengkatogorian data maka masukkan data yang dibutuhkan:

image

Jika sudah kita lanjutkan dengan melakukan analisa data dengan ANOVA dua faktor, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Pertama, klik Analyze > General Linear Model > Univariate....

image

Maka akan ditampilkan jendela univariate, silahkan masukkan variabel NILAI sebagai Dependent List dan variabel Metode Pembelajaran serta Waktu Belajar sebagai Fixed Factor (karena metode dan waktu kita tetapkan, bukan secara random).

image

Untuk menampilkan Plot silahkan klik pada tombol Plots, maka akan ditampilkan jendela Profile Plots sebagai berikut:

image

Masukkan Waktu Belajar sebagai Horizontal Axiz dan Metode sebagai Separate Lines, lalu klik Add. Selanjutnya klik Continue dan OK. Grafik Plot akan ditampilkan sebagi output selain output berupa hasil ANOVA yang kita analisis.

image

Dari grafik plot tersebut tampak bahwa metode demonstrasi lebih efektif dari pada metode diskusi dan metode ceramah. Selain itu tidak ada interaksi antara ketiga metode, hal ini tampak dari tidak adanya garis yang bersinggungan antara ketiganya.

Demikian tutorial mengenai cara menampilkan plots pada SPSS. Semoga bermanfaat!

8 Langkah Penyusunan RPP

image

RPP merupakan perencanaan pembelajaran yang harus disusun guru sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Penyusunan RPP biasanya dilakukan guru di awal semester, baik secara pribadi maupun bersama-sama dengan guru yang lain. Dalam menyusun RPP ada 8 langkah penyusunan sebagai berikut:

Pertama, pengkajian silabus meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran; (3) proses pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5) alokasi waktu; dan (6) sumber belajar;

Kedua, Perumusan indikator pencapaian KD pada KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4;

Ketiga, Materi Pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial;

Keempat, Penjabaran Kegiatan Pembelajaran yang ada pada silabus dalam bentuk yang lebih operasional berupa pendekatan saintifik disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan termasuk penggunaan media, alat, bahan, dan sumber belajar;

Kelima, Penentuan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan alokasi waktu pada silabus, selanjutnya dibagi ke dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup;

Keenam, Pengembangan penilaian pembelajaran dengan cara menentukan lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat pedoman penskoran;

Ketujuh, Menentukan strategi pembelajaran remedial segera setelah dilakukan penilaian; dan

Kedelapan, Menentukan Media, Alat, Bahan dan Sumber Belajar disesuaikan dengan yang telah ditetapkan dalam langkah penjabaran proses pembelajaran.

Sabtu, 28 Maret 2015

10 Prinsip Penyusunan RPP

image

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Dalam penyusunan RPP ada 10 prinsip yang mesti diperhatikan sebagai dasar. Posting kali ini akan dibahas mengenai 10 prinsip penyusunan RPP, yaitu sebagai berikut:

Pertama, setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4).

Kedua, satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

Ketiga, memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

Keempat, berpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Kelima, berbasis konteks. Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.

Keenam, berorientasi kekinian. Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.

Ketujuh, mengembangkan kemandirian belajar. Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.

Kedelapan, memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

Kesembilan, memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

Kesepuluh, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Demikian posting mengenai 10 prinsip penyusunan RPP. Semoga bermanfaat !

Jumat, 27 Maret 2015

Berkumpulnya 15 Pendekar

image Berkumpulnya 15 Pendekar, mungkin judul posting kali ini dikatakan berlebihan atau lebay dalam bahasa anak muda sekarang. Tetapi, jika ditinjau dari tujuan SangPengajar mengisahkan hal ini maka akan lain ceritanya. Tampaknya lisan ini agak kilu untuk mengisahkan, mengingat sudah lama sekali SangPengajar tidak menulis sebuah catatan perjalanan. Sebuah kategori tulisan yang sebenarnya dahulu menjadi topik utama di SangPengajar, yang sebelumnya biasa dituliskan lengkap sebagai Catatan Sang Pengajar.

Perjalanan itu bermula dari sebuah informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat P2TK Dikdas setahun lang lalu, tepatnya sekitar bulan Februari 2014. Informasi yang tersebar mengenai adanya kesempatan emas bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasinya dengan mendapatkan beasiswa S2. P2TK memberi kesempatan kepada guru di seluruh Indonesia, dan tahun 2014 adalah tahun ketiga, untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya ke jenjang strata dua (S2) dengan memberikan beasiswa. Tak tanggung-tanggung, beasiswa yang diberikan bukan sekadar biaya kuliah saja, melainkan juga biaya hidup dan biaya buku. Sehingga, sangat terharu tentunya ketika kami lolos seleksi administrasi dan dikumpulkan di Grand Asia Hotel Makassar pada tanggal 12-13 Mei 2014. Terlebih di saat seleksi kami mendapatkan informasi bahwa 350-an dari kami yang lolos seleksi administrasi ini adalah hasil seleksi dari 3500-an pendaftar. “Amazing”….jika anak muda jaman sekarang mengatakannya. Satu banding sepuluh. Di tempat ini kami diseleksi dengan tes tulis berupa tes potensi akademik  dan bahasa Inggris (gak usah diceritakan soalnya sesulit apa, ya…he..he…).

image

Hasil seleksi diumumkan pada bulan Juni 2014.  Para peserta yang lolos ditempatkan di kampus pendidikan terbaik yang ditunjuk kementerian, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Malang (UM). Khusus di UNY, kami dari Program Studi Pendidikan Sains (IPA) sejumlah 15 guru dari seluruh pelosok Indonesia. Di kampus ini begitu terasa lingkungan akademik yang mendukung peningkatan kualitas kami, terlebih kami ber-15 memiliki semangat dan kebersamaan yang tinggi. Semangat tinggi tersebut kami ekspresikan salah satunya dengan deadline lulus yang kami sepakati. Dan waktu batas lulus itu menjadi nama bagi group socmed kami, untuk selalu menginspirasi kami agar selalu ingat target lulus yang disepakati.

Pelajaran dan pengalaman kami dapatkan begitu banyak di kampus ini. Mulai dari perbedaan latar belakang S1, perbedaan daerah dan karakteristiknya, dan lain-lain. Jika selama ini saya menganggap medan ke sekolah jalannya menantang (karena jauh, berlubang, dan bergelombang) ternyata ada teman dari luar Jawa yang medannya jauh lebih sulit. Untuk mencapai sekolah butuh perjalanan dengan menginap di tengah hutan, jalannya pun bukan seperti yang biasa kita sebut sebagai “jalan” karena hanya selebar 1 meter di antara terjalnya batu-batu pegunungan, sehingga untuk melaluinya butuh bantuan tukang ojek dengan biaya jutaan. Karena sepeda motor biasa akan sangat sulit melalui medan tersebut.

Pengalaman belajar yang luar biasa pun kami dapatkan dari para dosen yang memberi pemahaman kepada kami mengenai Integrated Science yang sebenarnya, pentingnya metode ilmiah dalam setiap mengambilan keputusan, pentingnya guru membudayakan meneliti dan menulis, serta banyak lagi. Meski harus kehilangan sementara sebagian dari penghasilan tetapi kami mendapatkan ganti pengalaman belajar, kebersamaan, pengalaman hidup, dan kualitas pendidikan yang tak akan pernah bisa dihitung secara finansial.

Sehingga, jika kembali kepada judul posting ini tampaknya tidak berlebihan jika kami ingin berbagi semangat kepada sabahat SangPengajar semua. Hidup adalah sebuah pilihan, di sini kita akan diuji …dengan ujian itulah akan diketahui seberapa kualitas kita…  Mari kita tingkatkan kualitas diri kita untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Salam SangPengajar !

Mengetahui Hakikat RPP

image

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI dan untuk guru mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok di sekolah/madrasah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah. Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh dinas pendidikan atau kantor kementerian agama setempat.

Rabu, 25 Maret 2015

Download Kisi-kisi Ujian Sekolah 2015

 

image

Menjelang Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, sekolah-sekolah di lingkungan dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri sedang getol mempersiapkan serangkaian ujian guna menentukan kelulusan siswa siswinya.
MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri melalui website resminya memberikan informasi kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang Ujian Nasional Utama SMP tahun 2014/2015, sebagai berikut:

1. Ujian Sekolah, mulai tanggal 06-11 Maret 2015;

2. Ujicoba UN Tingkat Solo Raya, mulai tanggal 13-16 April 2015;

3. Ujicoba UN Tingkat Rayon Wonogiri; mulai tanggal 22-25 April 2015;

4. Ujian Nasional Utama, mulai tanggal 04-07 Mei 2015.

Selanjutnya,  untuk kisi-kisi ujian sekolah tulis mata pelajaran IPA dapat diunduh [ klik di sini ].

Selasa, 24 Maret 2015

Cara CEPAT ANOVA dengan Excel

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai cara menganalisis data dengan Excel. Analisis yang digunakan sebagai contoh pada tutorial ini adalah ANOVA Single Factor atau ANOVA satu faktor (One Way Anova). Miscrosoft Excel memiliki fitur untuk menganalisis data secara otomatis, atau tidak menggunakan formula secara manual. Fitur tersebut adalah Data Analysis yang berada di menu Data. Fitur ini adalahfitur tambahan(Add in), Cara memunculkan menu Data Analysis  dapat anda baca di tutorial ini [ KLIK DI SINI].

Untuk menggunakan fitur Data Analysis siapkan data, misalnya sebagai berikut:

image 

Data tersebut adalah data hasil belajar dari 3 kelas sampel yang menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, misalnya :

a1 : metode A

a2 : metode B

a3 : metode C

Kita ingin menganalisis dari data tersebut, apakah rata-rata hasil belajar sebagai pengaruh 3 metode pembelajaran tersebut sama atau tidak semua sama. Sebagai hipotesis misalnya kita tuliskan :

Ho : Rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C sama.

Ha : Rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C tidak semua sama.

Langkah untuk menganalisis secara ANOVA satu faktor sebagai berikut:

Pertama, klik menu Data Analysis pada bagian menu Data :

image

Maka akan muncul jendela sebagai berikut:

image

Pilih Anova : Single Factor lali klik OK. Sehingga muncul jendela sebagai berikut:

image

Klik pada Input Range kemudian blok range data nya. Beri centang pada Label in First Row lalu klil OK

image

Hasil analisis data muncul di sheet sebelah sebagai berikut :

image

Karena F = 7,602 > Fcrit = 3,554 maka Ho ditolah. Dengan demikian, menggunakan taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C tidak semua sama.

Demikian tutorial mengenai cara menganalisis data dengan Excel. Semoga bermanfaat !

Cara Memunculkan Menu Analisis Data pada Excel

Bagi kita yang sedang dihadapkan pada kegiatan pengolahan data maka program analisis data seperti SPSS tentu sangat kita butuhkan. Selain program SPSS, kita juga bisa melakukan pengolahan atau analisis data dengan Microsoft Excel. Hanya saja, menu analisis data pada Microsoft Excel perlu dimunculkan terlebih dahulu. Menu ini merupakan bagian dari menu Data. Tutorial kali ini akan memberikan penjelasan mengenai cara memunculkan menu analisis data pada Excel.

Langkah untuk memunculkan menu analisis data pada Excel adalah sebagai berikut:

Pertama, klik logo Office Button yang ada di pojok kiri atas, kemudian klik Excel Options :

image

Klik Add-Ins lalu pilih Analysis ToolPak dan klik Go.

image

Pada jendela yang muncul,silahkan pilih Analysis ToolPak lalu klik OK.

image

Tunggu sampai proses selesai, maka menu Data Analysis akan muncul di bagian menu Data.

image

Demikian tutorial mengenai cara memunculkan menu analisis data pada Excel. Semoga bermanfaat !

Senin, 23 Maret 2015

Bagaimana Penilaian Publikasi Ilmiah Guru? (bagian 1)

 

Publikasi ilmiah guru pada kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) terdiri dari tiga kelompok kegiatan, yakni:

  1. presentasi pada forum ilmiah;
  2. publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal;
  3. publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru.

image

Uraian dari masing-masing kegiatan di atas adalah sebagai berikut.

1. Presentasi pada Forum Ilmiah

Guru seringkali diundang untuk mengikuti pertemuan ilmiah. Tidak jarang, mereka juga diminta untuk memberikan presentasi, baik sebagai pemrasaran atau pembahas pada pertemuan ilmiah tersebut. Untuk keperluan itu, guru harus membuat prasaran ilmiah.

Prasaran ilmiah adalah sebuah tulisan ilmiah berbentuk makalah yang berisi ringkasan laporan hasil penelitian, gagasan, ulasan, atau tinjauan ilmiah. Untuk memperoleh angka kredit dalam kegiatan

pengembangan keprofesian berkelanjutan, maka isi makalah haruslah mengenai permasalahan pada bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya sesuai tugas guru yang bersangkutan.

Isi makalah di luar hal tersebut di atas, misalnya membahas hal-hal di luar bidang tugas guru, bahasan terlalu umum, tidak berkaitan dengan tugas guru yang bersangkutan, tidak atau kurang jelas kaitannya dengan permasalahan pendidikan/pembelajaran pada satuan pendidikan, serta kurang menunjukkan kesesuaian dengan tugas pokok dan fungsi guru, tidak dapat diberikan angka

kredit.

Kerangka Isi

Kerangka isi makalah pada pertemuan ilmiah pada umumnya mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia pertemuan ilmiah. Namun demikian, setidaknya makalah tersebut, mempunyai bagian-bagian isi sebagai berikut.

Bagian Awal:

Memuat judul, keterangan tentang waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan pada kegiatan apa pertemuan ilmiah tersebut dilakukan.

Bagian Isi:

  1. sajian abstrak/ringkasan
  2. paparan masalah utama berikut pembahasan masalah,dan
  3. penutup.

Bagian Akhir:

Daftar Pustaka.

 

Bukti Fisik dan Besaran Angka Kredit

Makalah prasaran ilmiah untuk penilaian angka kredit menuntut bukti fisik sebagai berikut.

  1. Makalah yang sudah disajikan pada pertemuan ilmiah dan telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah.
  2. Surat keterangan dari panitia seminar atau sertifikat/ piagam dari panitia pertemuan ilmiah.

Besaran angka kredit pemrasaran/nara sumber pada forum ilmiah sebagai berikut:

image

 

Bersambung…

Minggu, 22 Maret 2015

Bagaimana Penilaian Pengembangan Diri Guru? (bagian 2)

Melanjutkan posting mengenai penilaian pengembangan diri guru, sebelumnya telah disampaikan mengenai penilaian kegiatan yang pertama, yaitu mengikuti diklat fungsional.Pada posting ini akan dilanjutkan pada kegiatan yang kedua, sebagai berikut :

2. Mengikuti Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

Macam kegiatan tersebut dapat berupa:

  1. Mengikuti lokakarya atau kegiatan kelompok/musyawarah kerja guru atau inhouse training untuk penyusunan perangkat kurikulum dan/atau kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis TIK, penilaian, pengembangan media pembelajaran, dan/atau kegiatan lainnya untuk kegiatan pengembangan keprofesian guru.
  2. Mengikuti, baik sebagai pembahas maupun sebagai peserta, pada seminar, koloqium, diskusi panel, atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya.
  3. Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya.

Guru dapat mengikuti kegiatan kolektif guru atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah/madrasah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri guru bersangkutan. Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.

  1. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/ madrasah.
  2. Laporan untuk setiap kegiatan yang diikuti yang dibuat oleh guru yang bersangkutan, diketik dan dijilid serta disajikan dengan kerangka isi sebagai berikut:

Bagian Awal:

Memuat judul kegiatan yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan, dimana kegiatan dilaksanakan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, lama waktu pelaksanaan kegiatan, surat penugasan, surat persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana kegiatan (jika ada).

Kegiatan yang pelaksanaannya di kelompok/ musyawarah guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS), sertifikat diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/musyawarah kerja guru. Sertifikat sebagai bukti keikutsertaan kegiatan di kelompok/musyawarah guru ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atas usulan Ketua Kelompok/ Musyawarah Kerja.

Bagian Isi:

  1. tujuan kegiatan yang dilakukan;
  2. penjelasan isi kegiatan;
  3. tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut; dan
  4. penutup.

Bagian Akhir

Lampiran, yang terdiri dari:

  1. makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan, bahan bila yang bersangkutan sebagai peserta maupun pembahas;
  2. matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana format berikut:

image *) Adanya penambahan kompetensi pada guru sendiri maupun adanya perubahan dalam KBM yang lebih baik dan prestasi siswa.

 

Besaran angka kredit untuk kegiatan mengikuti kegiatan kolektif guru adalah sebagai berikut:

image

Sabtu, 21 Maret 2015

Bagaimana Penilaian Pengembangan Diri Guru ? (bagian 1)

Kegiatan pengembangan diri guru pada kegiatan PKB  adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kompetensi dan  keprofesiannya. Kegiatan tersebut dilakukan  melalui   pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan/atau melalui kegiatan kolektif guru. Posting kali ini akan kami sampaikan mengenai penilaian kegiatan pengembangan diri guru. Secara rinci penjelasan kedua macam kegiatan dimaksud sebagai berikut:

1. Mengikuti Diklat Fungsional

Diklat fungsional bagi guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu. Macam kegiatan dapat berupa kursus, pelatihan, penataran, maupun berbagai bentuk diklat yang lain.

Guru dapat mengikuti kegiatan diklat fungsional, atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah/madrasah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri dari guru yang bersangkutan.

Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.

Pertama, Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti diklat fungsional dari kepala sekolah/madrasah.

Kedua, Fotokopi sertifikat diklat yang disahkan oleh kepala sekolah/madrasah.

Ketiga, Laporan hasil pelatihan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan, diketik dan dijilid serta disajikan dengan kerangka isi sebagai berikut.

Bagian Awal:

Memuat judul diklat yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan diklat, di mana kegiatan diklat diselenggarakan, tujuan dari penyelenggaraan diklat, lama waktu pelaksanaan diklat, surat penugasan, penyelenggara/pelaksana diklat, surat persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana diklat.

Bagian Isi:

Uraian rinci dari tujuan diklat/pengembangan diri yang dilakukan.

  1. Penjelasan isi materi yang disajikan dalam diklat/pengembangan diri serta uraian kesesuaian
  2. dengan peningkatan keprofesian guru yang bersangkutan.
  3. Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta diklat/pengembangan diri berdasarkan hasil dari mengikuti diklat tersebut.
  4. Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu KBM dan siswanya.
  5. Penutup

Bagian Akhir

Lampiran, berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan sebagaimana format berikut:

image Besaran angka kredit untuk kegiatan mengikuti diklat fungsional adalah sebagai berikut:

image

Untuk kegiatan kedua mengenai kegiatan kolektif guru akan kami sampaikan pada posting berikutnya. Demikian posting mengenai penilaian kegiatan pengembangan diri guru.Semoga bermanfaat !

Jumat, 20 Maret 2015

Uji ANOVA Dua Faktor dengan SPSS

Uji ANOVA dua faktor pada dasarnya sama dengan Uji ANOVA satu faktor, tetapi ada variabel kelompok yang dikelompokkan lagi. Sebagai contoh dari tutorial Uji ANOVA dua faktor dengan SPSS ini digunakan mengetahui pengaruh 3 macam metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Untuk itu siswa dikelompokkan ke dalam 3 kelas yang berbeda, misalnya dengan pengkodean kelompok kelas :

1 : siswa mendapatkan metode A,

2 : siswa mendapatkan metode B, dan

3 : siswa mendapatkan metode C.

Selain itu kita menambahkan satu variabel lagi, misalnya jenis kelamin siswa dengan pengkodean:

1 : laki-laki

2 : perempuan

Sehingga, selain mengelompokkan siswa berdasarkan metode pembelajarannya, kita juga mengelompokkan berdasarkan jenis kelaminnya. Dengan uji ANOVA dua faktor kita dapat melakukan uji interaksi antara 2 variabel kategori tersebut. Untuk memudahkan anda, maka pada tutorial ini silahkan download data nilai siswa berupa file SPSS : Uji_Anova_2.SAV [ klik di sini ].

Untuk melakukan uji ANOVA dua faktor, setelah data kita masukkan dengan pengkodean yang benar maka berikut langkah-langkahnya:

Klik Analyze > General Linear Model > Univariate

Uji ANOVA dua jalan

Pada kotak dialog yang muncul, masukkan variabel hasil_belajar pada kota Dependent Variable. Masukkan variabel metode_pembelajaran dan jenis_kelamin ke dalam kotak Fixed Factor(s).

Uji ANOVA dua jalan

Klik OK untuk melakukan proses analisis data.

Maka pada jendela output akan muncul 2 hasil sebagai berikut:

Output 1

Uji ANOVA dua jalan

Output 1 ini menunjukkan jumlah data yang diproses untuk masing-masing kelompok(kategori).

Output 2

Uji ANOVA dua jalan

Output 2 menunjukkan hasil uji antar subjek penelitian. Analisis data dari output 2 ini meliputi 2 jenis : uji beda rata-rata berdasarkan variabel yang berbeda(jenis kelamin dan kelompok kelas) dan uji interaksi antar variabel kategori.

Untuk uji beda rata-rata berdasarkan metode pembelajaran (kelompok_kelas) kita membuat hipotesis, misalnya :

Ho = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Ha = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Agar lebih mudah kita menggunakan nilai probabilitas pada kolom Sig. Apabilai nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima. Sebaliknya, jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan output tersebut diperoleh probabilitas 0,000. Karena 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Sehingga, dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Untuk uji beda rata-rata berdasarkan jenis kelamin siswa kita membuat hipotesis, misalnya :

Ho = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari siswa laki-laki dan siswa perempuan.

Ha = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari siswa laki-laki dan siswa perempuan.

Agar lebih mudah kita menggunakan nilai probabilitas pada kolom Sig. Apabilai nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima. Sebaliknya, jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan output tersebut diperoleh probabilitas 0,963. Karena 0,963 > 0,05 maka Ho diterima. Sehingga, dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari siswa laki-laki dan siswa perempuan.

Uji interaksi antar variabel kelompok kelas dan jenis kelamin

Selanjutnya kita akan menguji apakah terdapat interaksi antara variabel yang menjadi faktor pengukuran, yaitu apakah ada interaksi antara variabel kelompok kelas dan jenis kelamin. Untuk uji interaksi antar variabel, jika probabilitas > 0,05 maka antar variabel tidak ada interaksi. Sebaliknya, jika probabilitas < 0,05 maka antar variabel terdapat interaksi.

Untuk probabilitas interaksi kita menggunakan probabilitas pada baris kelompok_kelas*jenis_kelamin. Diperoleh probabilitas 0,513, maka dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara varibael kelompok kelas dan jenis kelamin.

Demikian tutorial mengenai cara melakukan uji ANOVA dua faktor dengan SPSS. Semoga bermanfaat!

Kamis, 19 Maret 2015

Uji ANOVA Satu Faktor dengan SPSS (bagian 2)

Tutorial kali ini akan melanjutkan tutoral sebelumnya yaitu cara melakukan Uji ANOVA satu faktor dengan SPSS (untuk bagian 1 : KLIK DI SINI). Contoh yang kita uji dengan ANOVA satu faktor ini adalah untuk mengetahui pengaruh 3 macam metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.

Setelah data dimasukakkan dan di analisis sesuai tutorial bagian 1, maka pada jendela output akan muncul 5 analisis sekaligus, yaitu sebagai berikut:

Output 1

image

Output 1 menyajikan statistik deskriptif mengenai data yang kita analisis, yaitu banyaknya data tiap kelompok (N), nilai rata-rata tiap kelompok (mean), simpangan baku tiap kelompok (Std. Deviation), dan lain-lain.

Output 2

image

Output 2 menunjukkan hasil uji kesamaan varians atau sering disebut uji homogenitas. Sebagai syarat untuk melakukan ANOVA adalah data mempunyai varians yang sama (homogen). Cara membacanya adalah membandingkan taraf signifikansi pada Sig. dengan nilai signifikansi yang digunakan (SPSS secara default menggunakan taraf signifikansi 0,05). Kriteria yang dipakai yaitu apabika Sig. > 0,05 maka data mempunyai varians yang sama, sebaliknya jika Sig. < 0,05 maka data mempunyai varians yang berbeda.

Dari data di atas diperoleh Sig. = 0,878 > 0,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa data mempunyai varians yang sama(homogen).

Output 3

image

Output 3 menunjukkan hasil Uji ANOVA.Dari data di atas maka dapat kita tuliskan hipotesis, misalnya, sebagai berikut :

Ho = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Ha = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Untuk menarik kesimpulan kita memerlukan nilai distribusi F (nilai F tabel) dengan ketentuan :

  • taraf signifikansi 0,05
  • df Between Groups = jumlah variabel - 1 = 3 - 1 =2
  • df Within groups = jumlah data - jumlah variabel = 21 - 3 = 18

diperoleh nilai F = 3,554 (cara menentukan nilai F : KLIK DI SINI).

Kriteris keputusan yaitu :

Jika F hitung > Ftabel maka Ho ditolak

Jika F hitung < Ftabel maka Ho diterima

Dari data di atas diperoleh Fhitung sebesar 7,602, karena 7,602 > 3,554 maka Ho ditolak, sehingga dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Kita juga bisa mengambil keputusan berdasarkan nilai probabilitas (p-value) yang tercantum pada kolom Sig. Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, sebaliknya jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Dari data di aatas diperoleh probabilitas 0,004, karena 0,004 < 0,05 maka Ho ditolak.

Output 4

image

Output 4 Post Hoc Test digunakan untuk mengetahui variabel mana yang memiliki perbedaan yang signifikan. Cara menganalisanya adalah dengan melihat ada tidaknya tanda * pada kolom Mean Difference. Tanda * menunjukkan adanya perbedaan mean yang signifikan.

Sebagai contoh mean metode A berbeda signifikan dengan metode C. Mean metode B berbeda signifikan dengan metode C. Mean metode C berbeda signifikan dengan metode A dan metode B. Baris Turkey HSD dan Bonferroni menunjukkan hasil yang sama dalam perbedaan signifikansi.

Output 5

image

Jika pada output 4 digunakan untuk mencari variabel mana yang mempunyai perbedaan mean, maka output 5 (Homogeneus Subsets) digunakan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Caranya adalah dengan memperhatikan kolom Subset. Pada tabel otuput di atas, kolom subset 1 terdapat 2 nilai dari variabel metode A dan metode B. Hal ini menunjukkan mean metode A dan metode B tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Demikian tutorial mengenai cara melakukan Uji ANOVA satu faktor dengan SPSS. Semoga bermanfaat !

Rabu, 18 Maret 2015

Cara Menentukan Nilai F Tabel dengan Excel

Pada tutorial kali ini kita akan membahas mengenai cara menentukan nilai distribusi F (F tabel) dengan Microsoft Excel. Sebelum menentukan nilai F dengan excel maka perlu dipahami terlebih dahulu cara mencari nilai  F pada tabel. Nilai F diperoleh pada tabel distribusi F. Sebagai contoh kita akan mencari nilai F pada taraf signifikansi 0,05 dengan DF1 = 3 dan DF2 = 30, maka pencarian nilai F adalah sebagai berikut:

image

Nilai F yang dihasilkan adalah 2,92.

Untuk menentukan nilai F dengan Excel maka kita gunakan fungsi “=FINV”. Penggunaan fungsi ini adalah “=FINV(0,05;3;30)” sebagai berikut :

image

Nilai F yang dihasilkan sama, yaitu 2,92. Demikian tutorial mengenai cara menentukan nilai F dengan Excel. Semoga bermanfaat!

Uji ANOVA Satu Faktor dengan SPSS (bagian 1)

Uji ANOVA atau ANAVA satu faktor digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan rata-rata lebih dari dua sampel yang bersifat bebas satu sama lain. Contoh dari Uji ANOVA satu faktor ini digunakan mengetahui pengaruh 3 macam metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Untuk itu siswa dikelompokkan ke dalam 3 kelas yang berbeda, misalnya :

  1. kelas VIIa : siswa mendapatkan metode A,
  2. kelas VIIb : siswa mendapatkan metode B,
  3. kelas VIIc : siswa mendapatkan metode C.

Untuk memudahkan anda, maka pada tutorial ini silahkan download data nilai siswa berupa file SPSS : Uji_Anova_1.SAV [ KLIK DI SINI ].

Untuk melakukan Uji ANOVA satu faktor maka dipersyaratkan semua sampel berasal dari populasi yang homogen, maka dalam pengujian ANOVA sekalian akan dilakukan pengujian kesamaan varians semua sampel tersebut(Uji homogenitas). Karena ada pengelompokan sampel, maka pada Variabel View juga dilakukan pengkategorian sebagaimana yang sudah dijelaskan pada tutorial sebelumnya mengenai cara memasukkan data kualitatif pada SPSS.

Langkah selanjutnya untuk melakukan Uji ANOVA satu faktor adalah :

Pertama, klik menu Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA...

uji anova 1 faktor

Kemudian, masukkan variabel hasil_belajar ke dalam kotak Dependent List, serta masukkan variabel metode ke dalam kotak Factor. Lalu klik Options.

uji anova 1 faktor

Lalu, aktifkan pilihan Descriptive dan Homogeneity of variance test . Kemudian klik Continue.

uji anova 1 faktor

Selanjutnya klik menu Post Hoc... lalu aktifkan pilihan Bonferroni dan Tukey. Klik Continue untuk kembali ke kotak dialog utama

uji anova 1 faktor

Significance level 0,05 menunjukkan taraf signifikansi yang kita pilih dalam pengujian ini. Klil OK untuk memproses analisis data.

Bagaimana output dari analisis ini? Bagaimana memaknai output tersebut?

Nantikan tutorial berikutnya !

 

Bersambung Ke : Uji ANOVA Satu Faktor dengan SPSS (bagian 2)

Selasa, 17 Maret 2015

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS

Uji normalitas adalah salah satu bagian dari uji prasyarat analisis data, artinya sebelum kita melakukan analisis data yang sesugguhnya, data penelitian tersebut harus di uji kernormalan distribusinya. Kriteria keputusan dalam uji normalitas pada SPSS adalah jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

Pada tutorial kali ini kita akan membahas mengenai cara melakukan uji normalitas dengan SPSS. Data yang akan kita uji adalah data nilai 30 siswa, untuk memudahkan silahkan download data tersebut dalam format SPSS ( .sav) : [ KLIK DI SINI].

Pada tutorial ini kita akan menggunakan menu Explore yang terdapat dalam Descriptive Statistic. Buka file tersebut maka kita akan mendapatkan data nilai 30 siswa di Data View. Langkah selanjutnya klik Menu Analysze > Descriptive Statistics > Explore...

uji-normalitas-spss

Lalu, pada kotak dialog yang muncul silahkan masukkan variabel nilai ke kotak Dependent List dengan klik anak panah ke kanan.

uji-normalitas-spss

Kemudian klik Plots. Lalu klik pada kotak Normality plots with test dan klik Continue.

uji-normalitas-spss

Terakhir klik OK untuk melakukan analisis data.

Pada jendela output akan ditampilkan berbagai macam analisa. Hasil uji normalitas disajikan di bagian Test of Normality.

uji-normalitas-spss

Keterangan :

Shapiro Wilk

Lihat nilai Sig. pada kolom Shapiro-Wilk. Pada contoh di atas nilainya 0,749 > 0,05, maka data berdistribusi Normal.

Lilliefors

Lihat nilai Sig. pada kolom Kolmogorov-Smirnova. Pada contoh di atas nilainya 0,200 lebih dari 0,05, maka data berdistribusi Normal.

 

Demikian tutorial mengenai cara melakukan uji normalitas dengan SPSS. Semoga bermanfaat !

Senin, 16 Maret 2015

Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi dengan SPSS

Pada tutorial kali ini, kita akan membahas mengenai cara menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dengan SPSS. Menu yang digunakan adalah Menu Descriptive yang ada di dalam menu Analyze.

Sebagai contoh kita akan mengolah data nilai dari 10 orang siswa yang sebelumnya telah kita gunakan untuk menghitung frekuensi. Data nilai dari 10 orang siswa tersebut adalah : 65, 75, 80, 70, 80, 75, 80, 75, 65, dan 70. Masukkan data tersebut di tampilan Data View !

Langkah untuk menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dengan SPSS menggunakan Menu Descriptive adalah sebagai berikut:

Pertama, klik menu Analyze > Descriptive Statistics > Descriptives...

rata-rata+standar-deviasi-spss

Kedua, pada kotak dialog yang muncul masukkan variabel nilai ke kotak Variabel (s) dengan cara klik anak panah ke kanan.

rata-rata+standar-deviasi-spss

Klik OK untuk memproses analisis data.

Hasil analisis data ditampilkan di jendela Output sebagai berikut:

rata-rata+standar-deviasi-spss

Keterangan :

  1. Kolom N menunjukkan jumlah data yang diproses, yaitu 10 nilai siswa
  2. Kolom Minimum menunjukkan nilai terendah
  3. Kolom Maximum menunjukkan nilai tertinggi
  4. Kolom Mean menunjukkan nilai rata-rata
  5. Kolom Std. Deviation menunjukkan nilai standar deviasi atau simpangan baku data

Demikian tutorial mengenai cara menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi (simpangan baku) dengan SPSS. Semoga bermanfaat !

 

Bersambung ...


Top