Rabu, 30 Januari 2013

Jutawan China jual udara segar dalam tin

 Pengusaha China, Chen Guangbiao, menjual udara segar dalam tin minuman ringan, mirip air minuman, ketika udara China bahagian utara tercemar teruk

Chen Guangbiao, yang kekayaannya menurut Hurun Report bernilai 740 juta dollar AS, menjual udara tinnya kira-kira lima yuan setin.

Chen mengatakan kepada Fairfax Media, udara China telah berubah menjadi begitu buruk sehingga ide udara segar dalam botol bukan lagi sesuatu yang aneh.

 "Jika kita tidak mula mencegah maka setelah 20 atau 30 tahun anak-anak dan cucu kita mungkin mengenakan topeng gas dan membawa tabung oksigen," kata Chen.

Hospital melaporkan kenaikan mendadak jumlah pesakit dengan kes berkaitan pernafasan. Para pemimpin politik terpaksa mengambil langkah-langkah darurat bagi mengurangkan pencemaran dan berjanji untuk mengatasi masalah itu.

Langit Beijing sebagian besar tetap suram. Jarak pandang secara konsisten menurun hingga hanya 200 meter yang terjadi beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Foto-foto satelit NASA memperlihatkan asap tebal menyelimuti dataran padat penduduk China utara.
Kata Chen lagi kepada Fairfax Media, ia tidak terganggu oleh reaksi sinis masyarakat, yang menuduh dia cuba untuk meningkatkan profil bisnesnya.

 "Saya yakin tentang apa yang saya lakukan dan saya berani meletakkan itu di bawah sinar matahari," katanya.

Chen mengatakan, banyak pengusaha China yang "mengorbankan keturunan mereka" demi keuntungan jangka pendek. Walau dunia tidak kiamat pada 21 Desember lalu, hari terakhir dalam kalender Maya, dia mengatakan, bukti-bukti menunjukkan bahawa kiamat sudah terlalu hampir.

"Saya bekerja di industri perlindungan selama satu dekad ... dan saya menyaksikan fakta bahawa polusi semakin buruk dan kian buruk," kata Chen.

"Semakin banyak bencana terjadi setiap tahun," katanya. "2012 tidak menjadi akhir dari dunia, tetapi jika manusia terus mencemari alam, saya fikir kiamat akan tiba."

kompas.com



0 komentar:

Posting Komentar


Top